Selasa, 16 Februari 2010

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG LINUX (Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas kuliah)

Pengantar
Linux adalah salah satu sistem operasi alternatif pengganti Windows, yang sedang naik daun pada saat ini. Dikembangkan oleh GNU GPL (GNU General Publik Lisense), linux memiliki kode sumber (source code) yang tersedia di internet dan dapat di download secara cuma-cuma. Sedangkan versi CD ROM dapat ditemui di banyak toko-toko yang menjual CD software. Linux dapat digunakan untuk berbagai maksud dan tujuan yang luas seperti networking, software development dan juga cenderung menjadi end user platform. Selain itu, linux juga sering disebut sebagai sistem operasi yang exellent dan low cost (murah) jika dibandingkan dengan sistem operasi yang lain yang lebih mahal. Tanpa ada tambahan biaya penginstalan, linux dapat diinstal pada banyak komputer sekaligus.
Linux menawarkan suatu solusi dalam menghadapi perkembangan yang terjadi di Indonesia saat ini. Dengan konsep Open Source dan free-nya Linux semakin banyak dipergunakan di Industri-industri besar di dunia sejalan dengan merebak suatu trend baru dalam perkembangan dunia industri komputer di dunia. Trend ini dikenal dengan nama Open Source. Trend baru ini mulai dilontarkan di UNIFORUM 1998, dan banyak didukung perusahaan besar seperti Netscape. Gerakan Open Source ini makin mendapat sambutan baik dari kalangan industri maupun akademik. Perusahaan browser besar Netscape juga melepas source codenya untuk platform LINUX. Pada tahun-tahun ini pula banyak perusahaan besar telah secara jujur mengakui dukungannya kepada LINUX seperti Oracle, Informix, SUN dan juga IBM. Beberapa perusahaan telah memanfaatkan LINUX ini untuk operasi sehari-harinya misal CISCO. Melihat kemampuan LINUX yang tak bisa dipandang sebelah mata banyak perusahaan sudah menerapkan LINUX sebagai solusi murah yang handal dan terpercaya dalam kegiatan industri informasi mereka sehari-hari.

Lebih Jauh Tentang Linux
Linux merupakan sistem operasi yang bertipe Unix atau Linux merupakan sistem operasi yang kompatibel dengan Unix”. Linux memiliki jenis dan versi yang berbeda-beda dan terus berkembang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pengguna Linux. Sebagai salah satu sistem operasi yang Open Source, saat ini Linux sedang naik daun karena bersifat user friendly pada desktop. Kemasan aplikasi dari sistem operasi Linux yang didistribusikan ke pengguna linux dikenal dengan ‘distro’. Berikut beberapa distro yang beredar dan cukup populer saat ini, seperti:

* Debian, format paket programnya yang menggunakan DEB dianggap lebih stabil dari pada RPM. Debian juga sudah menggunakan metode autodetect untuk penggunaan peripheral pada komputer.
* Redhat, diakui sebagai server tercepat dibandingkan dengan linux server lainnya. Selain sebagai server tercepat, Redhat juga dapat digunakan sebagai client maupun sebagai PC desktop/PC standolone. Saat ini redhat sudah beredar dengan versi 9.0 yang dapat menggunakan desktop Genome dan juga KDE.
* Caldera, merupakan jenis linux yang pertama yang menggunakan Auto-Detect Hardware ( seperti plug and play pada Mac)
* Slackware, adalah distribusi linux yang pertama yang merupakan distribusi linux yang murni, kalo ga salah linux tertua n hampir menyamai Unix dalam penggunaannya.
* Suse, dilengkapi dengan Desktop Manager yang dikenal dengan KDE. SuSE adalah jenis Linux pertama yang menyertakan bahasa Indonesia dan pilihan bahasa yang digunakan dalam sistem Operasi Linux.
* Corel, dirancang sebagai end-User. Pada Corel Linux semuaya serba grafis, dimulai pada saat prosedur Instalasi hingga boot system
* Turbo, dibuat dari berbagai under Linux/UNIX. Turbo Linux mengkhususkan diri di bidang clustering computer.
* Mandriva, sebelumnya bernama Mandrakelinux atau Mandrake Linux merupakan suatu distribusi Linux yang diciptakan oleh Mandriva. Itu menggunakan RPM Package Manager. Bila redhat direkomendasikan sebagai server, maka mandrake dijadikan sebagai client yang handal. Tujuan awal dari diciptakannya Mandrake Linux adalah untuk mempermudah penggunanya dalam melakukan installasi dan penggunaan Linux itu sendiri. Sebelum keluarnya Corel Linux, Mandrake merupakan distribusi linux yang paling familiar. Jika Redhat keluar desktop manager menggunakan Gnome, maka inux Mandrake keluar dengan desktop manager KDE buatan SuSE Jerman
* Ubuntu, hadir dalam 2 versi yaitu versi LiveCD dan versi Install. Anda bisa memakai versi LiveCD kalau anda tidak ingin menginstallnya kedalam Komputer.

Lisensi Linux (GNU GPL)
Linux memiliki lisensi GNU General Public License (GPL). Secara ringkas, dengan lisensi ini setiap orang dapat memakai Linux secara gratis, baik untuk pekerjaan pribadi maupun komersil. Lisensi ini memberikan keleluasaan kepada siapapun untuk mendistribusikan, merubah, maupun memperbaiki suatu piranti lunak yang berdasarkan lisensi ini. Lisensi ini juga memperbolehkan siapapun untuk mempergunakan seluruh atau sebagian suatu piranti lunak dan kode asalnya (source code) dalam piranti lunak lainnya. Jika seseorang melakukan distribusi, merubah, ataupun hal lainnya, ia dapat/berhak menjual jasa tersebut dengan harga tertentu. Syarat yang harus ia penuhi, ialah bahwa hasil modifikasi tersebut tetap memiliki lisensi GPL. Juga kode asal maupun kode yang telah dirubah, haruslah disertakan dalam modifikasi tersebut. Ini artinya bahwa meski seseorang telah memodifikasi dan menjualnya, produk tersebut tetap berada dalam lisensi GPL dan akan selalu berada dalam lisensi ini. Akhirnya, lisensi ini melarang seseorang untuk memperoleh hak paten untuk kepentingan pribadi atas piranti lunak yang ia ciptakan berdasarkan lisensi ini. Satu-satunya bentuk paten yang diperbolehkan ialah dengan memberikan kebebasan setiap orang untuk menggunakannya, termasuk dengan kode asalnya. Dengan demikian seseorang dapat memperbanyak dan menjual CD distribusi Linux, seperti distribusi Slackware, RedHat, Suse, dll, yang memakai lisensi ini secara legal. Demikian pula jika seseorang memberikan jasa konsultasi teknologi informasi berdasarkan Linux, maka ia berhak menggunakan seluruh distribusi Linux yang ada tanpa harus membayar sepeserpun kepada siapapun alias GRATIS.

Kegratisan Linux berlaku pada seluruh kegiatan yang ada, seperti proses instalasi pada suatu perusahaan, memasang database dengan lisensi ini misalnya Sybase, Informix, memasang suatu Web Server dengan piranti lunak Apache, mengkonsolidasi file/print server dengan Samba, mengoptimalkan sistem di suatu perusahaannya dengan berbagai piranti lunak yang tersedia, serta membuka jasa pelatihan dan sertifikasi Linux. Berbagai kegiatan di atas merupakan contoh bahwa Linux dapat dimanfaatkan secara optimal, tanpa biaya (gratis), dan legal.

Peluang Linux Di Dunia Kerja
Linux yang merupakan bagian dari dunia TI, oleh para pengguna Linux berusaha memasyarakatkan Linux di beberapa dunia kerja. Kemampuan Linux terbukti dan diakui oleh kalangan akademisi maupun kalangan industri. Terjadinya krisis moneter di Indonesia pada saat ini menjadikan para konsumen TI yang sebagian besar dari industri teknologi informasi haruslah lebih bijaksana dalam menentukan perangkat lunak yang digunakan. Karena setiap pembelian perangkat lunak dana yang mengalir ke luar negeri jumlahnya makin besar, minimal lebih dari dua kali lipat. Hal ini disebabkan perangkat lunak tersebut tidak dibuat di Indonesia. Begitu juga dengan kebutuhan perangkat lunak terbaru yang membutuhkan perangkat keras yang lebih besar, jelas menjadi pilihan yang kurang bijaksana. Karena hal ini berarti harus mengeluarkan dana tambahan untuk perangkat keras yang berfungsi hanya untuk memenuhi kebutuhan minimal perangkat lunak tersebut. Hal ini belum tentu merupakan pilihan perangkat lunak satu-satunya. Sehingga pilihan perangkat lunak alternatif haruslah lebih dipertimbangkan

Masalah pengalihan penggunaan komputer dari windows ke yang lebih open source, bukan hanya sekedar menyangkut masalah teknik saja. Membutuhkan proses dan waktu yang lumayan panjang untuk bisa beradaptasi secara cepat dengan sistem operasi linux. Termasuk untuk memindahkan program Windows ke program linux. Hal ini sepertinya disengaja oleh pihak Microsoft, dimana penggunanya dibikin ketagihan terus untuk menggunakan Windows dari versi yang satu ke versi yang lebih canggih, termasuk masalah aplikasinya yang begitu mudah hingga bersifat WYSWYG (What You See What You Get), kompatibilitas dengan hardware lain sekaligus mahal. Dengan kata lain agak susah untuk menandingi bentuk “monopoli” yang dilakukan perusahaan yang canggih dan sangat berkualitas ini.

Di beberapa perkantoran proses alih program ini tidak dapat berjalan lancar. Selain karena sudah Windows minded, kebanyakan dari orang-orang di perkantoran ini telah terjebak dalam pendapat bahwa Linux itu sistme operasi berbasis teks yang rumit, dan hanya pantas dipakai oleh programer atau hacker. ‘Ketakutan’ yang muncul pada mereka yang telah terbiasa dengan kemudahan yang ditawarkan oleh sistem operasi Windows. Beberapa pelatihan Linux juga telah dilaksanakan di beberapa perkantoran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses pemindahan ini. Salah satu penyebabnya karena komputer yang ada di kantor kebanyakan memakai program windows, sehingga Linux-nya menjadi lupa. Hal ini sangat berbeda jauh dengan apa yang terjadi di Aceh. Beberapa praktisi TI yang ada di sana pasca tsunami mengatakan bahwa keberhasilan program Linuxisasi di Aceh salah satunya karena semua komputer di Aceh hilang tersapu Tsunami.

Krisis moneter di samping memberi beberapa dampak negatif, juga memberi dampak positif yang berupa peluang besar yang cukup terbuka terhadap kesempatan tenaga teknologi informasi lokal. Mahalnya biaya tenaga TI asing, dapat tergantikan oleh kemampuan yang dimiliki oleh para tenaga TI lokal. Tidak dimilikinya LINUX oleh satu perusahaan atau seseorang, maka membuka kesempatan seluas-luasnya bagi tenaga TI lokal untuk menyediakan beragam jasa untuk mendukung penggunaan LINUX ini. Misalnya instalasi Linux, dukungan teknis Linux (technical support), dan Linux Consultant.

Beberapa alasan untuk menggunakan Linux

Terdapat beberapa alasan kenapa orang mulai melirik dan mencoba menggunakan Linux dalam aktifitas atau pekerjaan sehari-harinya.

* Tidak ada royalti atau lisensi untuk menggunakan Linux dan source code dari Linux dapat dimmodifikasi sesuai keperluan dan hasilnya dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan.Akan tetapi pengarang asli tetap menjadi pemegang copyright dan kita harus menyediakan sumber yang telah kita modifikasi. Dengan kata lain Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka alias tidak ada biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
* Linux dapat berjaan hampir di semua platform dari sistem operasi lain, karena Linux menyediakan source code dalam setiap distribusi yang ada, sehingga memungkinkan untuk di port ke sistem operasi yang lain.
* Linux memiliki aplikasi yg lengkap dan terus dikembangkan “ aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat di Linux”
* Linux dengan tampilan visual yg memudahkan dalam penggunaannya. Efek 3D dimensi untuk desktop pun sudah bisa dinikmati.
* Linux tidak terpengaruh oleh orientasi dari industri software dan hardware yang ada karena Linux sendiri mempunyai kemampuan untuk berjalan di berbagai tipe komputer. Bahkan komputer tua dengan tipe x486 sekalipun dengan memori yang terbatas. Dengan kata lain penggunaan Linux hanya memerlukan komponen komputer yg kecil dengan kata lain computer yg “Jadul” pun bisa dipakai.
* Linux relatif stabil terutama yang menggunakan Slackware
* Linux adalah sistem operasi yang benar-benar memiliki kemampuan multitasking, yaitu Linux menggunakan kemampuan manajemen memori yang canggih untuk mengontrol seluruh proses yang berjalan. Hal ini berarti jika ada program yang crashed, kita dapat menghilahkan (menghapus) program tersebut tanpa mengganggu program atau proses yang lain.
* Sampai saat ini belum ditemukan virus di sistem operasi Linux, termasuk dalam pembuatan jaringan linux.

Sedangkan hal lain yang menjadi kendala pemakaian Linux yang merupakan kecemasan, ketidakpastian dan keraguan tentang Linux adalah:

* Masalah Pemilihan Distro
Dalam windows kita akan diajak untuk selalu meng-update seri terbaru dari windows karena semakin lama semakin canggih fasilitas yang disediakan, dalam Linux hal itu tidak berlaku. Kita harus meneliti terlebih dahulu distro Linux yang akan kita pakai adalah berkaitan dengan spesifikasi komputer yang dimiliki. Sebagai alternatif yang paling aman adalah dengan menggunakan program Live CD sebagai percobaan awal sebelum benar-benar menginstalnya. Dan jika sudah cocok dengan distro yang bersangkutan, baru kemudian diinstal secara full version

* Masalah Konektivitas dengan Hard Disk Lain
Semua hardware bisa terhubung dengan program Linux. Tetapi sebagai bagian dari strategi monopolinya, Microsoft telah bekerjasama dengan beberapa vendor hardware sehingga produknya hanya bisa dibuka jika sebuah komputer memakai program windows.

* Masalah Konetivitas dengan Flash Disk

Untuk beberapa distro Linux yang lama, kasus tak terkoneksinya flash disk sempat terjadi. Tetapi untuk distro terkini hal itu tidak terjadi.

* Masalah Susahnya Informasi tentang Linux

Masalah yang terjadi seputar penggunaan Linux, yakni minimnya tempat bertanya jika kita mendapatkan kesulitan dalam mengoperasikan program Linux. Hal ini dikarenakan jumlah pemakai linux relatif sedikit.


DAFTAR PUSTAKA
1. Lin, Han. Mengkonfigurasi Dan Mengoptimalkan Linux Redhat Server. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001

2. Kurniawa, Yahya. Kiat Jitu Mendampingkan Linux Dengan Windows. Jakarta: Elex Media Komputindo 2004

3. Rusmanto; Thoyib, Hendri. Panduan Menguasai Open Office.org. Jakarta: Dian Rakyat, 2003

4. ……....Pemanfaatan Linux di Dunia Kerja. http://www.elektroindonesia.com/elektro/li0199d.html diakses pada Kamis 29 Oktober 2009 pukul 14.37 WIB

5. ………Apakah benar Linux itu gratis. http://www.elektroindonesia.com/elektro/li0199b.html diakses pada Kamis 29 Oktober 2009 pukul 14.40 WIB

6. Amal, Ikhlasul. Open Office Dan Subversion di Kantor. http://direktif.web.id/arc/2005/07/open-office-dan-subversion-di-kantor diakses pada Kamis 29 Oktober 2009 pukul 14.45 WIB

7. ............Masalah-masalah Dalam Pemakaian Linux. http://paknewulan.wordpress.com/2008/08/18/masalah-masalah-dalam- pemakaian-linux/ diakses pada Kamis 29 Oktober 2009 pukul 14.50 WIB

8. ............Jenis-jenis Distro, Kelebihan Dan Kekurangan Linux http://otakkacau.co.cc/2008/07/11/jenis-jenis-distro-kelebihan- kekurangan-linux/ diakses pada Jumat 30 Oktober 2009 pukul 12.39 WIB


Jumat, 12 Februari 2010

MEMASYARAKATKAN PERPUSTAKAAN (Peran Perpustakaan Bersama Masyarakat dalam Mewujudkan Budaya Baca )

Pendahuluan
Perpustakaan sebagai pusat dokumentasi dan informasi dan masyarakat sebagai pihak yang membutuhkan informasi, adalah dua hal yang saling berhubungan. Dua hal yang diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang saling berhubungan dan tak terpisahkan. Keduanya saling melengkapi dan bergandengan erat dalam upaya mewujudkan hubungan yang harmonis tersebut. Perpustakaan dengan kemampuan “mengolah dan menyajikan” informasi serta segala fasilitas yang dimiliki, terus mengembangkan diri dalam melayani pemakai informasi. Begitu juga dengan masyarakat sebagai klien perpustakaan, akan terus memahami, menghayati dan memaknai pentingnya informasi dalam kesehariannya. Dengan kata lain, masyarakat akan terus memanfaatkan perpustakaan sebagai rantai penghubung sejarah bagi masa lalu, pijakan bagi kehidupan di masa sekarang, dan merupakan pembimbing untuk melangkah ke masa depan.
Dalam sejarah perkembangan informasi, perpustakaan memiliki peran yang cukup besar. Perpustakaan yang yang ada saat ini dan akan terus berkembang pada masa yang akan datang telah dipergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagi layanan jasa yang lain. Perpustakaan sebagai tempat “pelestarian” hasil budaya dan catatan (record) perjalanan sejarah manusia, telah mampu melebur dan memasyarakat kedalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatu yang sedang terjadi saat ini, direkam dan dibukukan untuk disimpan dan dilestarikan di perpustakaan, dan dimanfaatkan secara bersama-sama bagi kehidupan seluruh umat manusia.
Bukan lagi saatnya masyarakat hanya diposisikan sebagai objek layanan perpustakaan, tetapi juga bertindak sebagai aktor yang memiliki peran penting dalam pengembangan perpustakaan. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan perpustakaan dapat diwujudkan dalam bentuk materi, saran yang bersifat konstruktif serta berperan aktif dalam mendirikan perpustakaan desa atau perpustakaan lembaga keagama seperti perpustakaan masjid dan gereja. Dukungan materi yang diberikan masyarakat dapat berupa uang, buku atau barang-barang lainnya yang dapat dimanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pendukung layanan. Sedangkan saran-saran yang bersifat konstruktif sangat diperlukan perpustakaan dalam usaha mewujudkan perpustakaan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Berdasarkan saran-saran ini perpustakaan dapat berbenah guna menutupi kekurangannya dan mengembangkan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Masyarakat sebagai pengguna perpustakaan adalah pihak yang mengetahui kebutuhan informasi seperti apa yang ia butuhkan, untuk itu pihak pengelola perpustakaan perlu memperhatikan aspirasi masyarakat dalam pengembangan perpustakaan. Selain itu masyarakat juga dapat dimanfaatkan sebagai pelopor sekaligus pengelola perpustakaan di lingkungan sekitar. Perpustakaan tersebut dapat berupa perpustakaan desa, masjid, gereja dan lain sebagainya. Pendirian perpustakaan ditingkat lingkungan tersebut merupakan usaha pemerataan layanan perpustakaan.

Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti kitab atau buku. Dalam buku Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi (2006 : 3) dijelaskan tentang pengertian yang lebih umum dan luas tentang perpustakaan yang tidak dapat dipahami sebatas sebagai sebuah gedung atau akomodasi fisik tempat menyimpan buku semata. Dan secara sederhana dapat dinyatakan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, 'ruang khusus', dan kumpulan koleksi sesuai dengan jenis perpustakaannya. Dijelaskan pula bahwa pengertian perpustakaan telah mengalami perubahan seiring dengan perubahan paradigma perpustakaan yang tidak hanya dipahami sebagai suatu tempat, tetapi juga harus dipahami sebagai suatu sistem yang didalamnya terdapat unsur tempat (institusi), koleksi yang disusun berdasarkan sistem tertentu, dan pemakai.

Pengertian Masyarakat
Pengertian masyarakat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) yang dikutip Sutarno dalam buku Perpustakaan dan Masyarakat (2006 : 15) adalah sekelompok manusia yang terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Masyarakat yang timbul dan terbentuk dari kelompok atau perhimpunan yang dilandasi anggapan yang sepadan, seide dan senasip seperjuangan adalah sesuai dengan sifat dan hakikat manusia. Hal tersebut menimbulkan berbagai kelompok masyarakat, seperti masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat majemuk, masyarakat modern dan mayarakat ekonomi lemah. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut akan terus berupaya untuk mempertahankan keberadaan dan eksistensinya, ditengah-tengah gelombang kehidupan yang makin kompleks. Manyarakat yang pandai menyesuaikan diri dan mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi di sekitar akan dapat tetap bertahan. Sedangkan kelompok masyarakat yang tidak dapat bertahan akan tergeser dan terpinggirkan, yang kemudian akan membentuk kelompok yang baru.

Pengertian Perpustakaan Masyarakat dan Masyarakat Perpustakaan
Perpustakaan masyarakat adalah perpustakaan yang dimiliki oleh masyarakat. Keberadaan perpustakaan di dalam masyarakat atas kehendak, keinginan dan sepenuhnya digunakan oleh nyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan akan informasi. Dari situlah seharusnya tercipta suatu hubungan yang saling membutuhkan, antara perpustakaan sebagai penyedia berbagai informasi (supply) dan masyarakat sekitar sebagai pengguna perpustakaan yang tentunya menghendaki terpenuhinya informasi yang mereka inginkan (demand).
Masyarakat perpustakaan adalah perpustakaan-perpustakaan yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat, yang berfungsi sebagai tempat (wadah) untuk menampung, menyimpan dan menyajikan kembali semua hasil karya manusia di dalamnya. Tempat (wadah) ini biasanya disebut dengan komunitas/organisasi yang memiliki tugas menampung, merespon, memperjuangkan nasib dan cita-cita komunitas/organisasi. Contoh komunitas/organisasi ini misalnya Forum Perpustakaan Umum Indonesia (FPUI), Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FKPPTI), Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Klub Pecinta Bacaan Anak (KPBA) dan masih banyak lagi.

Pemasyarakatan Perpustakaan
Pemasyarakatan (sosialisasi) perpustakaan adalah upaya untuk mensosialisasikan, mempromosikan dan mempublikaiskan informasi yang ada dalam perpustakaan di suatu masyarakat tertentu. Dengan kata lain memasyarakatkan perpustakaaan adalah upaya untuk menempatkan perpustakaan menjadi bagian dari kehidupan dan aktifitas masyarakat, sehingga masyarakat akan mendapatkaan nilai tambah dalam hal informasi, ilmu pengetahuan dan jasa perpustakaan yang lain. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka sosialisasi perpustakaan tersebut adalah 1) Membuat papan petunjuk tentang lokasi perpustakaan, 2) Membuat brosur, pamflet atau selebaran untuk disebar di masyarakat, 3) Publikasi dan promosi melalui media cetak dan media elektronik, 4) Mengadakan berbagai kegiatan perlombaan dalam rangka sosialisasi perpustakaaan, 5) Membuka akses informasi secara luas dan terbuka untuk semua orang, serta 6) Melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk memperluas hubungan/jaringan.
Pemasyarakatan (sosialisasi) perpustakaaan memiliki tujuan untuk menumbuhkan minat baca dalam masyarakat. Budaya tutur, oral dan lisan yang telah berkembang sekian lama dalam masyarakat, diharapkan bisa berubah menjadi budaya baca tulis. Suatu proses perubahan yang sangat berat dan melelahkan, yang merupakan tugas utama perpustakaan dalam masyarakat.
Perpustakaan memiliki peran yang cukup besar dalam proses pembentukan budaya baca seseorang. Bagaiman sebuah perpustakaan mampu menarik orang untuk berbondong-bondong datang perpustakaan, dan mampu melakukan berbagai kegiatan Information Literacy adalah hal yang cukup berat. Perpustakaan harus mampu memberikan informasi-informasi yang mampu menggugah selera masyarakat terhadap sesuatu hal yang menjadi ketertarikannya.
Minat, kebiasaan dan budaya baca seseorang, dapat terbentukk paling tidak dengan melalui 3 tahapan penting. Pertama, ada kegemaran karena tertarik akan informasi yang dikemas dengan menarik (desain, gambar dan tampilan), hingga seseorang menjadi tertarik dan mau untuk membaca. Kedua, karena informasi tentang kegemaran dan ketertarikan akan sesuatu hal telah tersedia dan dengan mudah didapatkan, otomatis seseorang akan lebih sering membaca hingga kebiasaan membaca muncul dan terwujud. Ketiga, kebiasaan membaca yang terus dipupuk dan dipelihara mengakibatkan kegiatan membaca adalah sesuatu hal yang menjadi kebutuhan seseorang yang harus dipenuhi.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mendorong bangkitnya minat baca seseorang dalam lingkungan masyarakat.

* Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan dan informasi
* Keadaaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan bacaan yang menarik, berkualitas dan beragam.
* Keadaan lingkungan sosial yang lebih kondusif, yaitu adanya iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca.
* Rasa haus informasi, rasa ingin tahu, terutama hal-hal yang aktual
* Prinsip hidup bahwa membaca merupakan kebutuhan rokhani
Peran perpustakaan dalam mewujudkan budaya baca masyarakat tersebut diatas tidaklah gampang. Hubungan yang harmonis antara keduanya harus tercipta secara utuh dan menyeluruh, karena diantara keduanya saling membutuhkan dan saling melengkapi. Perpustakaan membutuhkan masyarakat sebagai klien abadi yang akan memanfaatkan berbagai layanan dan fasilitasnya. Sedangkan masyarakat membutuhkan informasi yang terkemas dalam layanan dan fasilitas yang ditawarkan pihak perpustakaan guna menambah pengetahuan, wawasan, pengalaman dan ketrampilan. Dan pada akhirnya, informasi dan komunikasi yang efektif akan membuka dan memperlebar akses antara perpustakaan dan masyarakat. Sesuatu yang sangat mungkin untuk direalisasikan di abad sekarang, dimana perkembangan informasi dan kemajuan teknologi sudah sangat menyatu dengan berbagai kegiatan kehidupan manusia.

Kesimpulan
Dalam sejarah perkembangan informasi, perpustakaan memiliki peran yang cukup besar. Perpustakaan yang yang ada saat ini dan akan terus berkembang pada masa yang akan datang telah dipergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagi layanan jasa yang lain. Perpustakaan sebagai tempat “pelestarian” hasil budaya dan catatan (record) perjalanan sejarah manusia, telah mampu melebur dan memasyarakat kedalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatu yang sedang terjadi saat ini, direkam dan dibukukan untuk disimpan dan dilestarikan di perpustakaan, dan dimanfaatkan secara bersama-sama bagi kehidupan seluruh umat manusia.
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan perpustakaan dapat diwujudkan dalam bentuk materi, saran yang bersifat konstruktif serta berperan aktif dalam mendirikan perpustakaan desa atau perpustakaan lembaga keagama seperti perpustakaan masjid dan gereja. Dukungan materi yang diberikan masyarakat dapat berupa uang, buku atau barang-barang lainnya yang dapat dimanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pendukung layanan. Sedangkan saran-saran yang bersifat konstruktif sangat diperlukan perpustakaan dalam usaha mewujudkan perpustakaan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Berdasarkan saran-saran ini perpustakaan dapat berbenah guna menutupi kekurangannya dan mengembangkan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bagaimana sebuah perpustakaan mampu menarik orang untuk berbondong-bondong datang ke perpustakaan, dan mampu melakukan berbagai kegiatan Information Literacy adalah hal yang cukup berat. Perpustakaan harus mampu memberikan informasi-informasi yang mampu menggugah selera masyarakat terhadap sesuatu hal yang menjadi ketertarikannya. Minat, kebiasaan dan budaya baca dalam masyarakat akan terbentuk jika hubungan yang harmonis antara perpustakaan dan masyarakat tercipta secara utuh dan menyeluruh. Kunci dari hubungan yang haronis tersebut adalah informasi dan komunikasi yang efektif, yang akan membuka dan memperlebar akses diantara keduanya.



DAFTAR PUSTAKA



1.Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,1996
2.Sutarno NS. Perpustakaan Dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto, 2006
3.Qalyubi, Syihabuddin, dkk. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan IPI Fakultas Adab UIN Suka, 2003